Investasi Jateng Makin Kuat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan atas Akselerasi Ekonomi

Berita Rekomendasi


BATANG
– Investasi Jawa Tengah menembus Rp 72,54 triliun hingga triwulan III 2026, menyerap 340.334 tenaga kerja. Di tengah capaian tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meraih penghargaan Figur Akselerator Kemajuan dari detikcom untuk kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional.

Penghargaan itu diberikan atas kiprah Ahmad Luthfi dalam mendorong percepatan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Tantangan berikutnya adalah memastikan masuknya investasi tidak sekadar menggerakkan industri, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ahmad Luthfi menerima penghargaan tersebut dalam acara Forum Investasi Jawa Tengah dan detikJateng-Jogja Awards 2026 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026). Sejumlah kepala daerah dan tokoh lain di Jawa Tengah dan Yogyakarta juga menerima penghargaan dalam kategori berbeda.

“Kita mendapatkan penghargaan terkait dengan investasi di wilayah kita. Penghargaan ini sebagai pemicu dan pengingat untuk lebih giat lagi dalam rangka menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, terutama di kawasan industri,” kata Ahmad Luthfi seusai menerima penghargaan.

Baca Juga:  Ketersediaan BBM dan LPG Jateng Aman, Warga Diminta Bijak Gunakan Energi

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp 72,54 triliun. Nilai tersebut berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 31,77 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 40,77 triliun.

Investasi itu tercatat dalam 82.420 proyek dan menyerap 340.334 tenaga kerja. Angka tersebut menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang terbentuk dari penanaman modal di Jawa Tengah, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan dari berkembangnya sektor industri dan usaha.

Ahmad Luthfi yang memimpin Jateng bersama wagub Taj Yasin, optimistis target investasi Jawa Tengah sebesar Rp 110 triliun pada akhir 2026 dapat tercapai. Dengan realisasi Rp 72,54 triliun hingga triwulan III, pemerintah provinsi masih perlu mendorong tambahan investasi Rp 37,46 triliun pada triwulan terakhir tahun ini.

Baca Juga:  Dari Pakaian, Buku, hingga 29.000 Pohon, PNM Perluas Pemberdayaan Masyarakat Akar Rumput

Dari sisi persebaran wilayah, Kabupaten Kendal menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jawa Tengah, yakni Rp 13,61 triliun. Posisi berikutnya ditempati Kota Semarang sebesar Rp 9,07 triliun dan Kabupaten Batang Rp 8,54 triliun.

Kabupaten Temanggung menyusul dengan realisasi Rp 5,05 triliun, sedangkan Kabupaten Demak mencatatkan Rp 4,29 triliun.

Data tersebut memperlihatkan peran sejumlah daerah dalam menopang kinerja investasi Jawa Tengah. Ke depan, pemerataan investasi ke berbagai wilayah juga menjadi penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di kawasan industri tertentu.

Penghargaan Figur Akselerator Kemajuan diberikan dalam rangkaian detikJateng-Jogja Awards 2026 yang mengapresiasi tokoh-tokoh berkontribusi terhadap pembangunan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, mulai dari kepala daerah, pemangku kepentingan, hingga pelaku usaha.

Tahun ini, kegiatan tersebut mengusung tema “Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan”.

Selain memberikan penghargaan, kegiatan ini menghadirkan Forum Investasi Jawa Tengah untuk mempertemukan pemerintah, investor, dan pelaku industri sekaligus membuka informasi mengenai peluang penanaman modal di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Negara Hadir, Pemerintah Targetkan 1.285 Desa Terang di 2025

Pemimpin Redaksi detikcom, Ardhi Suryadhi, mengatakan, investasi dan industri memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Forum investasi diharapkan dapat mendorong realisasi penanaman modal di sektor riil sehingga manfaatnya turut dirasakan masyarakat.

“Jawa Tengah punya modal yang sangat besar, apalagi Gubernur Ahmad Luthfi juga terbilang aktif untuk mendorong investasi, mulai dari energi terbarukan, pariwisata, dan yang lainnya. Sampai triwulan III 2026, investasi sudah mencapai Rp 72,54 triliun,” kata Ardhi.

Dengan target Rp 110 triliun hingga akhir tahun, capaian investasi Jawa Tengah masih akan diuji pada triwulan terakhir 2026. Selain mengejar nilai investasi, keberhasilan juga perlu dilihat dari seberapa besar investasi mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan usaha lokal, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.***

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini