BPOM Tegaskan Minuman Energi Berizin Aman, Sido Muncul Pastikan Produk Sesuai Standar

Berita Rekomendasi

Semarang, Seputarjateng.id- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menegaskan bahwa seluruh produk pangan dan minuman yang telah mengantongi izin edar resmi telah melalui proses evaluasi ketat terkait keamanan, mutu, dan kualitas sebelum dipasarkan ke masyarakat. Produk yang berizin, termasuk minuman energi yang beredar secara resmi, dinyatakan aman dikonsumsi sesuai aturan pakai.

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D. mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan legalitas produk melalui prinsip Cek KLIK sebelum konsumsi.

Baca Juga:  Luthfi Minta BPD Lebih Progresif, Fokus Biayai UMKM dan Tarik Investasi

“Kalau sudah memiliki nomor izin edar BPOM, itu berarti sudah melalui proses penilaian keamanan dan kualitas yang ketat,” tegasnya, disela Peresmian Laboratorium Farmakologi Sido Muncul, Selasa (9/6/2026).

Ia menambahkan, edukasi publik menjadi hal penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak berbasis ilmiah di media sosial.

Sementara itu, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk menegaskan seluruh produk minuman energi yang diproduksi, termasuk Kuku Bima Energi, telah memenuhi standar keamanan dan mutu yang ditetapkan regulator.

Baca Juga:  Jawa Tengah Siap Pimpin Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan Melalui Puncak CJIBF 2024

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan, produk perusahaan telah melalui rangkaian uji keamanan, mutu, hingga evaluasi sebelum memperoleh izin edar.

“Semua produk kami, termasuk Kuku Bima Energi, sudah melalui uji keamanan dan mendapatkan izin edar BPOM,” ujarnya.

Ia juga menyoroti maraknya informasi di media sosial yang kerap tidak sesuai dengan hasil pengujian ilmiah yang telah dilakukan perusahaan.

Baca Juga:  PLN Sukses Amankan Listrik Secara Berlapis Pada Retreat Kabinet di Magelang

“Kadang di media sosial itu lebih cepat viral daripada fakta ilmiah. Padahal kami sudah melakukan berbagai pengujian,” katanya.

Irwan menambahkan, tantangan industri saat ini tidak hanya pada produksi, tetapi juga pada edukasi publik agar tidak mudah terpengaruh hoaks terkait produk kesehatan dan energi. (**)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini