Mahasiswa Kedokteran UNNES Dalami Pengembangan Herbal Modern di Sido Muncul

Berita Rekomendasi

UNGARAN, SEPUTARJATENG.ID – Puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (UNNES) mendapat pengalaman langsung mempelajari proses pengembangan produk herbal modern saat berkunjung ke pabrik Sido Muncul⁠� di Bergas, Kabupaten Semarang, Kamis (7/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berdialog langsung dengan Irwan Hidayat mengenai riset tanaman herbal, inovasi produk kesehatan, hingga pentingnya pembuktian ilmiah dalam industri jamu modern.

Irwan menegaskan, pengembangan produk herbal tidak bisa hanya mengandalkan pengalaman turun-temurun, tetapi juga harus diperkuat melalui penelitian ilmiah agar manfaatnya dapat diterima masyarakat dan kalangan medis.

Baca Juga:  Bantu Karyawan Lebih Fokus, Sido Muncul - BKKBN Hadirkan Layanan Pengasuhan Anak

“Sebagai perusahaan jamu, kami ingin memiliki bukti ilmiah yang kuat. Jadi bukan sekadar menjual produk, tetapi juga membantu masyarakat serta membuat dokter dan konsumen percaya terhadap manfaat herbal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perusahaan terus mengembangkan penelitian terhadap berbagai tanaman herbal asli Indonesia, seperti sambiloto dan daun salam. Menurutnya, inovasi metode riset diperlukan agar proses penelitian dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Irwan mengakui, penelitian konvensional membutuhkan waktu panjang dan biaya besar. Karena itu, pihaknya mencoba menerapkan pendekatan riset yang lebih cepat namun tetap sesuai dengan kaidah ilmiah dan regulasi.

“Kami berusaha mencari metode penelitian yang lebih efisien tanpa meninggalkan aturan yang berlaku, sehingga manfaat suatu produk bisa diketahui lebih cepat,” katanya.

Baca Juga:  Sido Muncul Pertahankan Status Proper Emas dan Green Leadership Utama

Di hadapan mahasiswa, Irwan juga membagikan pengalaman pribadinya ketika mengalami penurunan trombosit akibat penyakit yang pernah dideritanya. Pengalaman tersebut membuatnya semakin tertarik mendalami manfaat tanaman herbal sebagai pendamping pengobatan medis.

Ia mengaku pernah mengonsumsi air rebusan daun pepaya selama proses pemulihan. Dari pengalaman itu, ia menilai potensi herbal Indonesia sangat besar jika terus dikembangkan melalui penelitian yang tepat.

“Pengalaman pribadi membuat saya yakin herbal perlu terus diteliti secara ilmiah supaya manfaatnya benar-benar terbukti,” jelasnya.

Baca Juga:  Menteri Maruarar Puji Lompatan Program Perumahan Jateng

Selain berdiskusi, mahasiswa juga diajak melihat langsung proses produksi dan pengolahan herbal modern di kawasan pabrik Bergas. Kegiatan tersebut menjadi sarana pengenalan industri jamu modern kepada calon tenaga medis.Irwan berharap kerja sama antara perguruan tinggi dan industri herbal dapat terus diperkuat untuk mendukung pengembangan riset tanaman obat Indonesia di masa mendatang.(**)

Berita Lainnya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terkini