Temanggung, Seputarjateng.id- Sebanyak 3.000 lebih umat Buddha dari berbagai wilayah di Kabupaten Temanggung menghadiri Perayaan Waisak 2570 Buddhist Era yang digelar di Lapangan Desa Krecek, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Sabtu (4/7/2026) malam.
Perayaan Waisak tahun ini berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Selain dihadiri ribuan umat Buddha, kegiatan juga dirangkai dengan pelantikan Pengurus Permabudhi Kabupaten Temanggung oleh Ketua Umum Permabudhi Prof. Philip Wijaya, peringatan 50 Tahun Sangha Theravada Indonesia (STI), penyerahan bantuan satu unit mobil ambulans dari Permabudhi untuk masyarakat Kecamatan Kaloran, serta Konser Dharma dalam Nyanyian yang dibawakan Tim Sadhu pimpinan Wiharso.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Permabudhi, Prof. Philip Wijaya, mengajak umat Buddha menjadikan Waisak sebagai momentum memperkuat pengamalan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, makna Waisak tidak berhenti pada peringatan kelahiran, pencerahan, dan parinibbana Sang Buddha, tetapi harus diwujudkan melalui sikap welas asih, kebijaksanaan, dan kepedulian terhadap sesama.
“Waisak menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan cinta kasih, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Nilai-nilai Dhamma akan bermakna apabila diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujar Prof. Philip Wijaya.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Philip Wijaya juga melantik Pengurus Permabudhi Kabupaten Temanggung. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat memperkuat pelayanan kepada umat, membangun sinergi dengan pemerintah daerah, serta terus menjaga semangat kerukunan antarumat beragama.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Permabudhi menyerahkan satu unit mobil ambulans untuk masyarakat Kecamatan Kaloran. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan dan kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat setempat.

Rangkaian acara juga diisi dengan peringatan 50 Tahun Saṅgha Theravāda Indonesia (STI) sebagai momentum refleksi atas perjalanan pembinaan umat Buddha di Indonesia selama lima dekade, serta Konser Dharma dalam Nyanyian oleh Tim Sadhu pimpinan Wiharso yang menghadirkan nuansa religius melalui lantunan lagu-lagu Dhamma.
Hadir sebagai undangan, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, H. Wibowo Prasetyo, mengapresiasi tingginya partisipasi umat Buddha dalam Perayaan Waisak. Menurutnya, semangat kebersamaan yang ditunjukkan ribuan umat menjadi cerminan kuatnya kerukunan kehidupan beragama di Kabupaten Temanggung.
“Waisak bukan hanya menjadi perayaan keagamaan umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menumbuhkan cinta kasih, toleransi, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Saya juga mengapresiasi penyerahan bantuan ambulans oleh Permabudhi yang menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Wibowo.

Menurut Wibowo, sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat merupakan modal penting untuk memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman.
Perayaan Waisak 2570 Buddhist Era di Temanggung pun berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita, menjadi ruang mempererat persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk terus merawat kerukunan dan menghadirkan manfaat bagi sesama.(**)


